Puskesmas Pembantu Desa Batu Belah Siantan Timur

Beranda » Kegiatan Eksternal » Cinderamata Acara Pelatihan Penggunaan Obat Rasional

Cinderamata Acara Pelatihan Penggunaan Obat Rasional

Blog Stats

  • 38,312 hits

BATU BELAH. Hari Rabu sampai Kamis, 15-16 Juni 2011 bertempat di hotel Tarempa Beach Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas mengadakan pelatihan mengenai Penggunaan Obat Rasional. Pelatihan ini dihadiri oleh 24 orang dokter dan apoteker dari seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah di Kabupaten Kepulauan Anambas. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan sebagai penyegaran pengetahuan mengenai peraturan pemerintah mengenai penggunaan obat rasional sehingga seluruh sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat menerapkan penggunaan obat rasional di tempat kerja masing-masing.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Mardianti, SE, staf farmasi, makanan dan minuman Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Beliau menyampaikan materi mengenai kebijakan penggunaan obat rasional. Kebijakan penggunaan obat rasional secara umum dibagi dua yaitu seleksi obat esensial dan penggunaan obat rasional. Berdasarkan Renstra Kementrian Kesehatan tahun 2010-2014, target penggunaan obat rasional di sarana pelayanan kesehatan tahun 2011 adalah 40%. Salah satu indikator penggunaan obat rasional adalah pemakaian obat generik di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah. Menurut SK Menkes No. HK.02.01/menkes/068/I/2010., semua fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menggunakan obat generik. Obat generik masih dianggap obat yang murah dan tidak bermutu oleh masyarakat sehingga penggunaan obat generik masih jauh dari target pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut, kemenkes melakukan revitalisasi penggunaan obat generik diantaranya dengan memberikan hak kepada pasien untuk meminta resep obat generik kepada tenaga kesehatan pemberi resep dan memberikan wewenang kepada apoteker untuk mengganti obat nongenerik menjadi obat generik dengan persetujuan dokter dan atau pasien sehingga diharapkan penggunaan obat generik meningkat.

Pembicara kedua, Pak Ali Chozin Apt. Msi menyampaikan materi mengenai cara pelayanan farmasi yang baik. Beliau menyampaikan bahwa paradigma kefarmasian saat ini sudah beralih dari drug oriented ke patient oriented. Kalau dahulu apotik adalah tempat dimana pasien mengambil obat, namun sekarang apotik adalah tempat interaksi dan komunikasi antara apoteker dan pasien. Apoteker menjelaskan kepada pasien tentang efek samping obat dan cara pemakaian obat serta menanyakan bilamana ada hal yang masih tidak dimengerti oleh pasien.

Dalam pemberian obat kepada pasien perlu dihindari kesalahan-kesalahan seperti kesalahan pemberian (administrative errors), kesalahan farmasi (pharmaceutical errors), dan kesalahan klinik (clinical errors). Salah satu upaya untuk mencegah kesalahan tersebut adalah dengan pembuatan Standar Operating Procedure (SOP) kefarmasian di setiap sarana pelayanan kesehatan. Di akhir sesi 2, Pak Ali Chozin mengingatkan bahwa dokter dan apoteker adalah seorang profesiona sehingga dituntut untuk profesional dalam pemberian obat kepada pasien.

Acara pelatihan selama 2 hari tersebut diakhiri dengan pembuatan komitmen bersama dokter dan apoteker se- Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menggunakan obat generik di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang ditandatangani oleh Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas.

(Laporan dan liputan oleh dr. Prima Almazini)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: